yah saya di sini. menulis untuk anda, itu berarti saya sedang keluar dari pertapaan saya untuk sementara. arrrggghhh.... pusing!
saya ceritain ya, kalo saat ini saya sudah sampai pada tahap sangat MUAL jika memikirkan tentang skripsi belum lagi jika melihat kertas-kertas berserakan, buku-buku yang tebalnya sebesar batu bata, membaca draft berulang kali, memandangi layar monitor, membolak-balik transkrip wawancara yang tebalnya ratusan halaman, membuat saya ENEG! itu bukan kata kiasan saudara-saudara. karena saya betul-betul ingin muntah. perut saya langsung terstimulasi dan @%&^*#!!!?!@#$%$#.
akhh... berat nian perjuangan ini.
tapi saya takjub dengan kemampuan saya untuk fokus beberapa hari ini. walo itu membuat saya..... arrgghhhh!!!
7/11/2005
7/04/2005
'My Secret Admirer' dan Mister yang Jatuh Cinta
gw baru aja baca blog temen. tentang secret admirer si pengagum rahasia. beuh.... gw jadi mikir huaah.. enaknya dikagumi, enaknya dicintai. rahasia lagi! huuu...misterius...
JIKA, gw diteror dgn sms yang isinya puisi cinta, dan sms itu di kirim berkali-kali, sampai memenuhi inbox, diteror dengan miskol-miskol berulang kali dari nomor tak dikenal maupun tidak ingin dikenal, jujur aja, gw merasa senang. walaupun mungkin gw ngga tau siapa peneror itu. tapi gw merasa bahagia. bahagia manusia yang dicintai.
dicintai memang bikin bahagia. bayangin aja ada yang mencintai lo! yah walaupun belum tentu sms atau miskol itu menandakan seseorang sedang mencintai diri lo atau mengagumi lo.. tapi mmm..... gila aja ada orang yang kurang kerjaan membuang pulsanya cuma buat sms ngga penting atau diem doang di telepon buat gw.. hmm.... menyenangkan sekali. lalalala..... yah itu dari segi materi yang berwujud pulsa. yang bikin ge er lagi adalah pastinya orang ini menyisihkan sedikit banyak perhatiannya buat gw. mmm... it's so.... sweet.. hehehehehe...
tapi ko rasa bahagianya ngga lama-lama ya. abis itu ya udah. sapa juga mereka. kalaupun kemudian gw tau siapa mereka, gw bertanya adakah rasa lebih dalam hati gw. ngga ada. ya udah. semua jadi basi. krik..krik..krik.. jadi dicintai bukan lagi sesuatu yang mutlak membahagiakan. ada faktor lain. siapa yang mencintai lo.
dan gw jadi inget kalau cinta memang tidak adil. ya iyalah. cinta sama keadilan itu dua konsep yang berbeda, ngapain di satuinn. cinta itu memang memihak. ngga mungkin kan lo menerima cinta semua orang yang mencintai lo. atau lo mencintai semua orang. walaupun pada kasus-kasus khusus lo bisa mencintai lebih dari satu orang dalam waktu bersamaan, tapi ngga semua orang kan istimewa dalam kadar yang sama di hati lo. yah cinta memang memihak. memihak pada orang yang lo cintai.
***
ngomong2 soal cinta, finally, setelah beberapa minggu ini, dunia dipenuhi aroma patah hati, ada juga yang jatuh cinta. yah sebut saja mister XYZ. mister ini betul-betul lagi jato cinte. bayangin aja, tiap ngobrol sama gw yang diomongin cuma cewek ini aja. sampe bela-belain nelpon interlokal cuma buat laporan tentang kisahnya seminggu ini bersama cewek pujaan hati. dan jadi rajin meng-sms gw cuma buat numpahin uneg2.
yah namanya juga orang jatuh cinta, hal kecil juga jadi besaaaaaaaaaaaarrr. masalah smsnya ngga dibales bikin uring-uringan. makan-tidur ngga enak. yang biasanya cuek ngga ada pulsa jadi diusahakan pulsa selalu terisi. pokoknya jalur komunikasi dengan cewek ini harus selalu terpelihara.
tapi implikasinya ya itu, jadi suka uring-uringan. kerjaannya menganalisa, 'ko dia begini ya', 'gw ada salah apa ya?' aduh! jangan tanya saya tokh mister. saya juga ndak tau. tapi sering juga hasil analisanya membuat mister xyz senang. wuih kekasih pujaan hati ko seneng betul ya deket2 saya. aduh....! mau bilang jangan ke ge-er an, nanti taunya gw yang salah. jadi ya gw dengerin aja deh.
sambil menikmati senyum yang ada si bibirnya saban kali cerita tentang cewek ini. menikmati juga uring2annya sebagai hal yang lucu. dasar penyakit orang jatuh cinta. sambil gw bersiap2 membuat ramuan patah hati. yah sedia payung sebelum ujan boleh kan. wakakakak.... tapi... wish you luck mister....
JIKA, gw diteror dgn sms yang isinya puisi cinta, dan sms itu di kirim berkali-kali, sampai memenuhi inbox, diteror dengan miskol-miskol berulang kali dari nomor tak dikenal maupun tidak ingin dikenal, jujur aja, gw merasa senang. walaupun mungkin gw ngga tau siapa peneror itu. tapi gw merasa bahagia. bahagia manusia yang dicintai.
dicintai memang bikin bahagia. bayangin aja ada yang mencintai lo! yah walaupun belum tentu sms atau miskol itu menandakan seseorang sedang mencintai diri lo atau mengagumi lo.. tapi mmm..... gila aja ada orang yang kurang kerjaan membuang pulsanya cuma buat sms ngga penting atau diem doang di telepon buat gw.. hmm.... menyenangkan sekali. lalalala..... yah itu dari segi materi yang berwujud pulsa. yang bikin ge er lagi adalah pastinya orang ini menyisihkan sedikit banyak perhatiannya buat gw. mmm... it's so.... sweet.. hehehehehe...
tapi ko rasa bahagianya ngga lama-lama ya. abis itu ya udah. sapa juga mereka. kalaupun kemudian gw tau siapa mereka, gw bertanya adakah rasa lebih dalam hati gw. ngga ada. ya udah. semua jadi basi. krik..krik..krik.. jadi dicintai bukan lagi sesuatu yang mutlak membahagiakan. ada faktor lain. siapa yang mencintai lo.
dan gw jadi inget kalau cinta memang tidak adil. ya iyalah. cinta sama keadilan itu dua konsep yang berbeda, ngapain di satuinn. cinta itu memang memihak. ngga mungkin kan lo menerima cinta semua orang yang mencintai lo. atau lo mencintai semua orang. walaupun pada kasus-kasus khusus lo bisa mencintai lebih dari satu orang dalam waktu bersamaan, tapi ngga semua orang kan istimewa dalam kadar yang sama di hati lo. yah cinta memang memihak. memihak pada orang yang lo cintai.
***
ngomong2 soal cinta, finally, setelah beberapa minggu ini, dunia dipenuhi aroma patah hati, ada juga yang jatuh cinta. yah sebut saja mister XYZ. mister ini betul-betul lagi jato cinte. bayangin aja, tiap ngobrol sama gw yang diomongin cuma cewek ini aja. sampe bela-belain nelpon interlokal cuma buat laporan tentang kisahnya seminggu ini bersama cewek pujaan hati. dan jadi rajin meng-sms gw cuma buat numpahin uneg2.
yah namanya juga orang jatuh cinta, hal kecil juga jadi besaaaaaaaaaaaarrr. masalah smsnya ngga dibales bikin uring-uringan. makan-tidur ngga enak. yang biasanya cuek ngga ada pulsa jadi diusahakan pulsa selalu terisi. pokoknya jalur komunikasi dengan cewek ini harus selalu terpelihara.
tapi implikasinya ya itu, jadi suka uring-uringan. kerjaannya menganalisa, 'ko dia begini ya', 'gw ada salah apa ya?' aduh! jangan tanya saya tokh mister. saya juga ndak tau. tapi sering juga hasil analisanya membuat mister xyz senang. wuih kekasih pujaan hati ko seneng betul ya deket2 saya. aduh....! mau bilang jangan ke ge-er an, nanti taunya gw yang salah. jadi ya gw dengerin aja deh.
sambil menikmati senyum yang ada si bibirnya saban kali cerita tentang cewek ini. menikmati juga uring2annya sebagai hal yang lucu. dasar penyakit orang jatuh cinta. sambil gw bersiap2 membuat ramuan patah hati. yah sedia payung sebelum ujan boleh kan. wakakakak.... tapi... wish you luck mister....
7/01/2005
Membaca Catatan Seorang Demonstran
saya baru membaca pengantar Catatan Seorang Demonstran dari Soe Hok Gie, ketika saya tidak kuat menahan air mata saya. konyol. ya betul-betul konyol. pertama, karena saat itu saya sedang berada dalam kereta api. yang sayangnya sedang kosong. seorang ibu yang duduk depan saya tersenyum. dan seorang bapak yang berdiri di depan saya memandang heran, mungkin bertanya-tanya. kedua, saya merasa begitu bodoh karena secara spontan mengeluarkan air mata hanya karena tuturan Arief Budiman kakak Gie ketika ia meninggal. konyol karena, saya merasa begitu cengeng.
kemudian saya berhenti membaca. mungkin yang membuat saya meneteskan air mata bukan rasa sedih yang menguap dari kalimat-kalimat yang di tulis Arief Budiman. tapi lebih dalam dari itu.
membaca pengantar-pengantar dalam buku itu membuat saya berkaca. semangat Gie untuk mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya walaupun membuat dirinya 'sendiri' kontras sekali dengan kekosongan yang saya rasakan beberapa tahun belakangan.
saya merasa jiwa saya kosong. saya seperti manusia tanpa tujuan. seperti zombie yang bergerak entah di stimulasi oleh apa. saya seperti mayat hidup yang menjalani hari-hari hanya untuk menggenapi naskah kehidupan. menjalani hari-hari karena kau harus menjalaninya. perjalanan yang mesti di lewati untuk kemudian mati.
pagi di hari yang sama saya membaca buku itu, saya merasa ada yang redup dalam diri saya. semangat hidup. vitalitas untuk menjalani hari. segalanya redup. tujuan hidup saya, apa yang penting untuk saya, kepedulian saya, semangat untuk berprestasi, semangat untuk belajar, redup pula keinginan saya untuk melakukan sesuatu karena saya punya keterampilan untuk itu, redup pula keinginan saya untuk jadi bagian dari dunia yang indah ini. semua redup. nyaris padam.
saya merasa apa yang saya pelajari sudah cukup, saya sudah cukup punya kawan, saya sudah cukup melihat dunia. mungkin saya cuma ingin sendiri.
tapi kekosongan itu membuat saya tidak nyaman. bukan ini yang seharusnya saya jalani. hidup ini harus di buat berarti bukan? dan semangat Gie seperti menohok diri saya. menampar saya. apa yang sudah saya lakukan di masa muda saya?
Ada juga satu kalimat dalam kata pengantar dari Dekan F. Sastra waktu itu yang membuat saya berpikir. kalimat itu kira-kira begini, mahasiswa adalah masa peralihan di mana nantinya kita mahasiswa ini dituntut menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. ya saya setuju. apa yang membuat beberapa mahasiswa begitu sulit menyelesaikan skripsi? karena setelah lulus mereka akan jadi manusia yang punya tanggung jawab lain. saya mengamati orang-orang sekeliling saya, kebanyakan mereka sedang bertanya, mau apa setelah ini, apa yang penting dalam hidup ini, untuk apa kita jadi manusia, mengapa dunia begitu membingungkan, pertanyaan-pertanyaan itu membuat beberapa orang menjadi lelah dan kemudian nyaris menyerah. menjadikan mereka zombie-zombie seperti saya.
dan ini memang masanya.
****
dan aku jadi ingat kamu. dulu ketika melihat seseorang punya skill kepemimpinan yang baik, cerdas, bekerja secara kongkrit, sangat potensial untuk menjadi orang sukses kita bilang mereka akan jadi orang besar. tapi saat ini aku ragu akan hal itu. mereka akan jadi hebat jika mereka melewati masa ini dengan gemilang. itu keyakinanku sekarang.
melihat sekeliling termasuk melihat aku dan kamu membuat aku sadar memang ini masanya. masa dewasa muda bukan cuma sekedar masa yang digenapi dengan mempunyai pasangan intim sebagai belahan jiwa. mengisi kekosongan yang jamaknya lebih terasa kosong di masa dewasa muda di banding tahap perkembangan lain. bukan itu saja. masa ini adalah masa kita mencari jawaban-jawaban tentang akan kemana hidup kita, apa yang penting dalam hidup ini, bagaimana aku akan menjalani hidupku.
termasuk pula masa kita belajar menerima bahwa setelah ini kita adalah manusia yang mau tidak mau dituntut untuk bertanggung jawab. bertanggung jawab terhadap kelangsungan generasi kita, bertanggung jawab untuk menjadi generasi yang menggerakan dunia, bertanggung jawab pada manusia-manusia pendahulu kita. bahwa kita tidak bisa menjadi anak kecil yang bisa main di padang, pulang, tidur dan main lagi keesokkan harinya. ya semua itu aku paham betul. tapi itu pula yang membuat aku lelah. masa ini... masa penuh pertanyaan, dan ujian.
dan aku jadi ingat kamu. yang katanya mau menyerah saja. ah aku begitu pula.... masa ini, ingin segera ku akhiri...
tapi aku juga mau bilang, jangan menyerah yuk. kita pasti temukan jawabannya, lewati ujian ini. mungkin kita tidak di takdirkan untuk menjadi orang hebat yang namanya berkumandang. lagian buat apa artinya kumadang nama. tapi jika kita 'lulus' di masa ini, setidaknya kita mati untuk berarti.
walaupun aku juga tak tau bagaimana kalahkan kekosongan ini, bagaimana mengembalikan cahaya yang nyaris padam. aku juga ngga tau...
kemudian saya berhenti membaca. mungkin yang membuat saya meneteskan air mata bukan rasa sedih yang menguap dari kalimat-kalimat yang di tulis Arief Budiman. tapi lebih dalam dari itu.
membaca pengantar-pengantar dalam buku itu membuat saya berkaca. semangat Gie untuk mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya walaupun membuat dirinya 'sendiri' kontras sekali dengan kekosongan yang saya rasakan beberapa tahun belakangan.
saya merasa jiwa saya kosong. saya seperti manusia tanpa tujuan. seperti zombie yang bergerak entah di stimulasi oleh apa. saya seperti mayat hidup yang menjalani hari-hari hanya untuk menggenapi naskah kehidupan. menjalani hari-hari karena kau harus menjalaninya. perjalanan yang mesti di lewati untuk kemudian mati.
pagi di hari yang sama saya membaca buku itu, saya merasa ada yang redup dalam diri saya. semangat hidup. vitalitas untuk menjalani hari. segalanya redup. tujuan hidup saya, apa yang penting untuk saya, kepedulian saya, semangat untuk berprestasi, semangat untuk belajar, redup pula keinginan saya untuk melakukan sesuatu karena saya punya keterampilan untuk itu, redup pula keinginan saya untuk jadi bagian dari dunia yang indah ini. semua redup. nyaris padam.
saya merasa apa yang saya pelajari sudah cukup, saya sudah cukup punya kawan, saya sudah cukup melihat dunia. mungkin saya cuma ingin sendiri.
tapi kekosongan itu membuat saya tidak nyaman. bukan ini yang seharusnya saya jalani. hidup ini harus di buat berarti bukan? dan semangat Gie seperti menohok diri saya. menampar saya. apa yang sudah saya lakukan di masa muda saya?
Ada juga satu kalimat dalam kata pengantar dari Dekan F. Sastra waktu itu yang membuat saya berpikir. kalimat itu kira-kira begini, mahasiswa adalah masa peralihan di mana nantinya kita mahasiswa ini dituntut menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. ya saya setuju. apa yang membuat beberapa mahasiswa begitu sulit menyelesaikan skripsi? karena setelah lulus mereka akan jadi manusia yang punya tanggung jawab lain. saya mengamati orang-orang sekeliling saya, kebanyakan mereka sedang bertanya, mau apa setelah ini, apa yang penting dalam hidup ini, untuk apa kita jadi manusia, mengapa dunia begitu membingungkan, pertanyaan-pertanyaan itu membuat beberapa orang menjadi lelah dan kemudian nyaris menyerah. menjadikan mereka zombie-zombie seperti saya.
dan ini memang masanya.
****
dan aku jadi ingat kamu. dulu ketika melihat seseorang punya skill kepemimpinan yang baik, cerdas, bekerja secara kongkrit, sangat potensial untuk menjadi orang sukses kita bilang mereka akan jadi orang besar. tapi saat ini aku ragu akan hal itu. mereka akan jadi hebat jika mereka melewati masa ini dengan gemilang. itu keyakinanku sekarang.
melihat sekeliling termasuk melihat aku dan kamu membuat aku sadar memang ini masanya. masa dewasa muda bukan cuma sekedar masa yang digenapi dengan mempunyai pasangan intim sebagai belahan jiwa. mengisi kekosongan yang jamaknya lebih terasa kosong di masa dewasa muda di banding tahap perkembangan lain. bukan itu saja. masa ini adalah masa kita mencari jawaban-jawaban tentang akan kemana hidup kita, apa yang penting dalam hidup ini, bagaimana aku akan menjalani hidupku.
termasuk pula masa kita belajar menerima bahwa setelah ini kita adalah manusia yang mau tidak mau dituntut untuk bertanggung jawab. bertanggung jawab terhadap kelangsungan generasi kita, bertanggung jawab untuk menjadi generasi yang menggerakan dunia, bertanggung jawab pada manusia-manusia pendahulu kita. bahwa kita tidak bisa menjadi anak kecil yang bisa main di padang, pulang, tidur dan main lagi keesokkan harinya. ya semua itu aku paham betul. tapi itu pula yang membuat aku lelah. masa ini... masa penuh pertanyaan, dan ujian.
dan aku jadi ingat kamu. yang katanya mau menyerah saja. ah aku begitu pula.... masa ini, ingin segera ku akhiri...
tapi aku juga mau bilang, jangan menyerah yuk. kita pasti temukan jawabannya, lewati ujian ini. mungkin kita tidak di takdirkan untuk menjadi orang hebat yang namanya berkumandang. lagian buat apa artinya kumadang nama. tapi jika kita 'lulus' di masa ini, setidaknya kita mati untuk berarti.
walaupun aku juga tak tau bagaimana kalahkan kekosongan ini, bagaimana mengembalikan cahaya yang nyaris padam. aku juga ngga tau...
6/30/2005
hal yang paling saya tidak suka adalah jika ada orang yang begitu egois sehingga tidak memikirkan orang lain. keadaan itu selalu membuat saya merasa tidak nyaman dan marah. begitu kesalnya sampai-sampai saya ingin melakukan perbuatan serupa kepada orang itu. dengan harapan perlakuan itu akan membuat dia merasakan sakitnya diperlakukan seenaknya. walaupun saya sepenuhnya sadar bahwa yang saya lakukan belum tentu memberi efek seperti yang saya harapkan. tapi kekesalan dalam hati saya menuntut saya melakukan hal itu.
konflik dalam diri saya tentang baik-buruknya jika saya mendendam seperti itu, membuat saya menjadi tidak asertif. kadang saya menjadi submisif dan kadang menjadi agresif. menjadi submisif jika kemudian saya mendiamkan perbuatan tersebut dan menyimpannya dalam hati. kekesalan itu kemudian seperti koreng yang membuat tidak nyaman. begitu lama kering dan mengundang lalat merubung.
tapi belakangan, saya merasa menjadi mudah sekali berkonfrontasi. jika ada sesuatu yang tidak saya suka maka akan saya bilang terus terang. seberapa menyakitkan saya seperti tidak peduli. saya tidak peduli seperti mereka juga tidak peduli orang lain. saya tidak peduli kata-kata saya membuat mereka membenci diri saya. saya tidak peduli perlakuan saya membuat mereka sakit hati. saya menjadi sangat tidak perduli. manusia-manusia membuat saya muak, seperti kemudian saya muak terhadap diri saya sendiri. dunia penuh ketidakpedulian. dan saya menjadi bagian dari dunia ini.
kadang saya tidak habis pikir mengapa orang lain bisa begitu tidak pedulinya terhadap orang lain. saya tidak juga mengerti mengapa orang lain menjadi beku hatinya. menjadi manusia-manusia tanpa pekerti. menjadi seenaknya tanpa memikirkan orang lain. korupsi bagi saya contoh yang begitu jauh, tengoklah sekeliling. seberapa orang peduli terhadap temannya yang sedang bersedih. seberapa peduli mereka bahwa kata-kata yang di keluarkan begitu menyakitkan dan menghina. berbagai macam teori yang menjelaskan prilaku tersebut tidak memberi saya pemahaman mengenai fenomena yang saya lihat tersebut. karena dalam keyakinan saya manusia seharusnya tidak berlaku seperti itu.
sampai kemudian saya sadar bahwa mungkin selama ini konsep manusia yang ada dalam pikiran saya adalah salah. bahwa manusia adalah baik adalah suatu kekeliruan. bahwa manusia mencintai manusia lain adalah kebohongan. kemiskinan membuat orang lain buta, stres bisa menjadikan manusia lebih rendah dari binatang.
tapi kenapa masih ada orang-orang yang peduli terhadap orang lain. masih ada orang yang selalu belajar memahami orang lain. belajar bahwa kita hidup bersama. dan keegoisan hanyalah sesuatu yang merugikan diri dan orang lain. ketidakpedulian hanya membuat kita semakin miskin jiwanya. merasa kosong dan sepi. masih ada nurani yang mengingatkan tentang kebaikan universal.
sampai saya pada suatu kesimpulan bahwa manusia memang punya kecenderungan untuk menjadi baik dan jahat. manusia bukan dikotomi. kumpulan mahluk baik atau jahat. bahwa manusia selalu punya nurani dan juga nafsu. jalan hidupnya tergantung pada apa yang ia pilih. dan saya yakin manusia adalah mahluk yang selalu di hadapkan pada pilihan dan diberi kemampuan untuk memilih.
walaupun ketidakpedulian orang lain tetap membuat saya kesal, tapi saat ini saya menyadari bahwa memang begitulah manusia. bahwa manusia menjadi brutal dan kejam adalah hal yang 'wajar' bahwa manusia memang punya kecenderungan untuk itu. kesadaran ini membuat saya lebih mentoleransi ketidakpedulian orang lain. mencoba memahami mereka yang memilih untuk memenangkan nafsunya, memenangkan dorongan-dorongan ingstingtifnya.
sementara dalam hati saya, saya masih meyakini bahwa kebaikan membuat hidup menjadi lebih berarti.
konflik dalam diri saya tentang baik-buruknya jika saya mendendam seperti itu, membuat saya menjadi tidak asertif. kadang saya menjadi submisif dan kadang menjadi agresif. menjadi submisif jika kemudian saya mendiamkan perbuatan tersebut dan menyimpannya dalam hati. kekesalan itu kemudian seperti koreng yang membuat tidak nyaman. begitu lama kering dan mengundang lalat merubung.
tapi belakangan, saya merasa menjadi mudah sekali berkonfrontasi. jika ada sesuatu yang tidak saya suka maka akan saya bilang terus terang. seberapa menyakitkan saya seperti tidak peduli. saya tidak peduli seperti mereka juga tidak peduli orang lain. saya tidak peduli kata-kata saya membuat mereka membenci diri saya. saya tidak peduli perlakuan saya membuat mereka sakit hati. saya menjadi sangat tidak perduli. manusia-manusia membuat saya muak, seperti kemudian saya muak terhadap diri saya sendiri. dunia penuh ketidakpedulian. dan saya menjadi bagian dari dunia ini.
kadang saya tidak habis pikir mengapa orang lain bisa begitu tidak pedulinya terhadap orang lain. saya tidak juga mengerti mengapa orang lain menjadi beku hatinya. menjadi manusia-manusia tanpa pekerti. menjadi seenaknya tanpa memikirkan orang lain. korupsi bagi saya contoh yang begitu jauh, tengoklah sekeliling. seberapa orang peduli terhadap temannya yang sedang bersedih. seberapa peduli mereka bahwa kata-kata yang di keluarkan begitu menyakitkan dan menghina. berbagai macam teori yang menjelaskan prilaku tersebut tidak memberi saya pemahaman mengenai fenomena yang saya lihat tersebut. karena dalam keyakinan saya manusia seharusnya tidak berlaku seperti itu.
sampai kemudian saya sadar bahwa mungkin selama ini konsep manusia yang ada dalam pikiran saya adalah salah. bahwa manusia adalah baik adalah suatu kekeliruan. bahwa manusia mencintai manusia lain adalah kebohongan. kemiskinan membuat orang lain buta, stres bisa menjadikan manusia lebih rendah dari binatang.
tapi kenapa masih ada orang-orang yang peduli terhadap orang lain. masih ada orang yang selalu belajar memahami orang lain. belajar bahwa kita hidup bersama. dan keegoisan hanyalah sesuatu yang merugikan diri dan orang lain. ketidakpedulian hanya membuat kita semakin miskin jiwanya. merasa kosong dan sepi. masih ada nurani yang mengingatkan tentang kebaikan universal.
sampai saya pada suatu kesimpulan bahwa manusia memang punya kecenderungan untuk menjadi baik dan jahat. manusia bukan dikotomi. kumpulan mahluk baik atau jahat. bahwa manusia selalu punya nurani dan juga nafsu. jalan hidupnya tergantung pada apa yang ia pilih. dan saya yakin manusia adalah mahluk yang selalu di hadapkan pada pilihan dan diberi kemampuan untuk memilih.
walaupun ketidakpedulian orang lain tetap membuat saya kesal, tapi saat ini saya menyadari bahwa memang begitulah manusia. bahwa manusia menjadi brutal dan kejam adalah hal yang 'wajar' bahwa manusia memang punya kecenderungan untuk itu. kesadaran ini membuat saya lebih mentoleransi ketidakpedulian orang lain. mencoba memahami mereka yang memilih untuk memenangkan nafsunya, memenangkan dorongan-dorongan ingstingtifnya.
sementara dalam hati saya, saya masih meyakini bahwa kebaikan membuat hidup menjadi lebih berarti.
6/28/2005
skripsi...
saudara cinintya, coba anda sebutkan hal-hal apa saja yang menghambat skripsi anda..
mmm, pertama malas, kedua sindrom para under achiever, ketiga rasa kantuk yang berlebihan, keempat kurangnya motivasi, kelima pemadaman listrik yang sering terjadi akhir2 ini...
hahahaha... nih blog isinya cuma apologia doang.
ayo dong wi...
iya..
semangat!!
iya...
...tapi...
ngga ngaruh kayanya... smua datang dari dalam hati. dan gw kehilangan jiwa meneliti...
saudara cinintya, coba anda sebutkan hal-hal apa saja yang menghambat skripsi anda..
mmm, pertama malas, kedua sindrom para under achiever, ketiga rasa kantuk yang berlebihan, keempat kurangnya motivasi, kelima pemadaman listrik yang sering terjadi akhir2 ini...
hahahaha... nih blog isinya cuma apologia doang.
ayo dong wi...
iya..
semangat!!
iya...
...tapi...
ngga ngaruh kayanya... smua datang dari dalam hati. dan gw kehilangan jiwa meneliti...
6/27/2005
6/22/2005
Panggil Aku Ibu
anakku, panggil aku ibu.
bukan mama, seperti aku memanggil mamaku.
panggil aku ibu, bukan bunda seperti kawanmu itu.
panggil ibu saja padaku.
.ibu.
ya... itu aku.
bukan mama, seperti aku memanggil mamaku.
panggil aku ibu, bukan bunda seperti kawanmu itu.
panggil ibu saja padaku.
.ibu.
ya... itu aku.
6/20/2005
perpustakaan, 20 Juni 2005
"kamu kangen juga ya sama Guntur?
"mmm..."
"toh temen-temen juga yang ngancurin dia!"
...saya tersenyum miris....
ini adalah sesuatu yang dari dulu pingin saya omongin.. tapi ko ya ngga keluar ya..
tau kan kalau mas Guntur penjaga Lab. komputer kita tercinta udah ngga nongkrong di mejanya... ya, dia ini sudah ngga kerja lagi... yah mas Gun emang bukan orang yang tegas... tapi kita juga kelewatan kadang atau bahkan sering. kita malas isi daftar hadir, malas naro sepatu di loker, apalagi naro KTM...
yah begitulah.. yah terlambat juga ya saya ngomong kaya gini... maunya sih saya berkata sinis, wah mahasiswa yang idealis di manakah kalian... wah saya juga mahasiswa, tapi ko ya ngga mau ditambah embel-embel idealis. saya juga sering males...
pastinya, perpaduan antara personal karakteristik mas Guntur dan kemalasan kita berdampak pada tutupnya Lab. Kom. tepat jam empat...
"mmm..."
"toh temen-temen juga yang ngancurin dia!"
...saya tersenyum miris....
ini adalah sesuatu yang dari dulu pingin saya omongin.. tapi ko ya ngga keluar ya..
tau kan kalau mas Guntur penjaga Lab. komputer kita tercinta udah ngga nongkrong di mejanya... ya, dia ini sudah ngga kerja lagi... yah mas Gun emang bukan orang yang tegas... tapi kita juga kelewatan kadang atau bahkan sering. kita malas isi daftar hadir, malas naro sepatu di loker, apalagi naro KTM...
yah begitulah.. yah terlambat juga ya saya ngomong kaya gini... maunya sih saya berkata sinis, wah mahasiswa yang idealis di manakah kalian... wah saya juga mahasiswa, tapi ko ya ngga mau ditambah embel-embel idealis. saya juga sering males...
pastinya, perpaduan antara personal karakteristik mas Guntur dan kemalasan kita berdampak pada tutupnya Lab. Kom. tepat jam empat...
Obrolan Danau II
-Gimana perasaan lo?
--Patah hati....
sinar matahari sore jatuh ke muka danau... angin berhembus...
danau beriak berkilauan... dentang pintu kereta di tutup... dering sepeda tukang siomay menghampiri... dari kejauhan kereta menderu lewat...
air berkilauan.. dentang pintu kereta.. dering sepeda menghampiri.. deru kereta lewat..
kilau air, dentang pintu, dering sepeda, deru kereta... patah hati ini...
rumput hijau.....
******
-ke Gramed sekarang yuk.
--yuk...
--Patah hati....
sinar matahari sore jatuh ke muka danau... angin berhembus...
danau beriak berkilauan... dentang pintu kereta di tutup... dering sepeda tukang siomay menghampiri... dari kejauhan kereta menderu lewat...
air berkilauan.. dentang pintu kereta.. dering sepeda menghampiri.. deru kereta lewat..
kilau air, dentang pintu, dering sepeda, deru kereta... patah hati ini...
rumput hijau.....
******
-ke Gramed sekarang yuk.
--yuk...
Obrolan Danau
gadis: eh apa yang mau lo ceritain?
nona: lo suka ngerasa kesepian ngga sih...? kosong.
........lo ngerasa aneh ngga sih ada di sini? aneh aja.
gadis: maksud lo?
nona: ya ngerasa aneh gitu...gw ngerasa aneh aja ada di sini.
.....katanya Tuhan ada di hati kita. dalam diri kita. tapi ko gw merasa berjarak ya?
Tuhan ada di luar diri gw. dia ada di sana bukan di sini.
angin berhembus... danau beriak...
................
gadis: lo kenapa diem aja? what are you thinking about?
dinda: Tuhan ada di mana...?
gadis: Tuhan ada di 'Arsy.
kalau ada yang bilang Tuhan ada di mana-mana, menurut gw itu salah.
dinda: mmm.... mungkin ngga sih, kalau kita bilang itu salah disebabkan karena konsep keruangan yang kita punya hanya sebatas pemahaman kita sebagai manusia. Tuhan ada di suatu tempat berarti tidak ada di tempat lain......?
gadis: mmm...mungkin...
Allahuakbar..Allahuakbar..
nona: Kalau gw denger azan... gw ngerasa..............
terus gw ngeliat langit... langit kelihatan berjiwa....seperti punya jiwa...
angin berhembus... danau beriak...
nona: lo suka ngerasa kesepian ngga sih...? kosong.
........lo ngerasa aneh ngga sih ada di sini? aneh aja.
gadis: maksud lo?
nona: ya ngerasa aneh gitu...gw ngerasa aneh aja ada di sini.
.....katanya Tuhan ada di hati kita. dalam diri kita. tapi ko gw merasa berjarak ya?
Tuhan ada di luar diri gw. dia ada di sana bukan di sini.
angin berhembus... danau beriak...
................
gadis: lo kenapa diem aja? what are you thinking about?
dinda: Tuhan ada di mana...?
gadis: Tuhan ada di 'Arsy.
kalau ada yang bilang Tuhan ada di mana-mana, menurut gw itu salah.
dinda: mmm.... mungkin ngga sih, kalau kita bilang itu salah disebabkan karena konsep keruangan yang kita punya hanya sebatas pemahaman kita sebagai manusia. Tuhan ada di suatu tempat berarti tidak ada di tempat lain......?
gadis: mmm...mungkin...
Allahuakbar..Allahuakbar..
nona: Kalau gw denger azan... gw ngerasa..............
terus gw ngeliat langit... langit kelihatan berjiwa....seperti punya jiwa...
angin berhembus... danau beriak...
Subscribe to:
Posts (Atom)