Hey..hey.. I'm Back!
Lhokseumawe cerah sore ini. Udaranya hangat.. sehangat hati gw. haiah!
ya jarang-jarang hati gw hangat akhir2 ini. selagi hangat gw jadi pingin menulis.
mmm.. menulis apa? ooo aku tau!
Hari ini gw ke Pendopo Bupati Aceh Utara, silaturahmi sama ibu Bupati yang baru. Pendopo Bupati itu tempat kerja sekaligus Rumah Dinas Bupati. Letaknya masih di kota Lhokseumawe walaupun secara administratif, Lhokseumawe sudah jadi Kotamadya terpisah dari Kabupaten Aceh utara. Bentuknya seperti rumah adat Aceh. Dengan ukiran khas aceh di dindingnya. Di cat warna khaki.
Nah yang paling berkesan adalah waktu pintu rumah Dinas di buka. Dari luar kelihatan lampu kristal dan perabot yang indah. Sayangnya kami harus menunggu dulu karena ibu Bupati sedang rapat. Kami di minta menunggu di Aula pendopo. Waktu masuk ke Aula Lampu kristal bergantungan di langit-langit yang tinggi. Bedampingan dengan lampu neon yang ditutupi Mozaik kaca warna biru. Indah banget deh. lantainya marmer dan pot-pot bunga menghiasi sudut2 ruangan. Di dinding di tempel lukiasan pahlwan-pahlawan Aceh dan bordiran khas aceh. Nah untungnya kemudian kami di undang ke dalam rumah dinas. Hah... gw suka banget di dalam sana. Gw selalu suka warna khaki seperti warna cat di Pendopo itu. Perabotnya warna coklat susu yang lembut dengan gaya yang sederhana tapi elegan. Juga ada satu set tempat duduk dari rotan yang cantik banget. pokoknya cantik deh, gw bingung gimana neranginnya.
Tapi yang paling menyenangkan adalah pertemuan dengan ibu Bupati. sambutan beliau hangat dan sepenuhnya mendukung rencana kegiatan kami. malah lebih dari yang dibayangkan. Kebetulan saat itu lagi ada acara lomba tumpeng antar Pokja PKK. Saat membuka acara tersebut beliau sampai memperkenalkan kami kepada ibu-ibu Dinas yang juga ibu-ibu pengurus PKK. Dan yang paling menyenangkan di tempat itu juga kami bertemu dengan orang-orang yang berkepentingan dengan program Posyandu yang ingin kami buat. Hah.. what a wonderful day deh pokoknya.
6/09/2006
3/05/2006
dowenk.. gw udah hampir satu minggu kembali ke Lhokseumawe. rasanya cuti udah lama banget berlalu.
cuti kemarin ko ya malah jadi klimaks stres ya. pokoknya stres banget deh. yang paling bikin stres karena sedikitnya waktu buat keluarga dan kurangnya waktu buat diri sendiri. pikirnya mau melepaskan diri dari kepenatan ya malah penat juga.
baru tenang pas naik pesawat ke Banda. nunggu di ruang tunggu, makan di udara, ketemu temen lama di Banda, minum kopi di Ule Kareng, Alhamdulillahnya dapet sholat berjamaah di mesjid Raya, terus makan burger paling enak yang pernah gw makan di deket kosan temen. di terangi langit Aceh yang cerah berbintang dan lagu Maroon 5 yang asik banget. haaa... nikmatnya.
jalan Banda-Lhokseumawe juga indah banget! melewati bukit dengan deretan pohon cemara, lalu sawah-sawah hijau. langit biru. aduh keren banget deh. terus tiba2 gw jadi kangen lagi sama rumah. keluarga gw yang gw sayang. aduh. 3 bulan lagi...
dumbidumbidum... lalalala... tra la la tri li li...
yah segitu sahaja.
cuti kemarin ko ya malah jadi klimaks stres ya. pokoknya stres banget deh. yang paling bikin stres karena sedikitnya waktu buat keluarga dan kurangnya waktu buat diri sendiri. pikirnya mau melepaskan diri dari kepenatan ya malah penat juga.
baru tenang pas naik pesawat ke Banda. nunggu di ruang tunggu, makan di udara, ketemu temen lama di Banda, minum kopi di Ule Kareng, Alhamdulillahnya dapet sholat berjamaah di mesjid Raya, terus makan burger paling enak yang pernah gw makan di deket kosan temen. di terangi langit Aceh yang cerah berbintang dan lagu Maroon 5 yang asik banget. haaa... nikmatnya.
jalan Banda-Lhokseumawe juga indah banget! melewati bukit dengan deretan pohon cemara, lalu sawah-sawah hijau. langit biru. aduh keren banget deh. terus tiba2 gw jadi kangen lagi sama rumah. keluarga gw yang gw sayang. aduh. 3 bulan lagi...
dumbidumbidum... lalalala... tra la la tri li li...
yah segitu sahaja.
2/17/2006
Menjelang Cuti
Rasanya beban udah sampai di ubun-ubun. makian udah di ujung lidah. otak sudah mati rasa. ingin istirahat.
1/16/2006
Soros, The Gamesman dan Waham Amerika
Headline Kompas Minggu, 8 Januari 2005 menyoal bantahan George Soros yang dituding sebagai penyebab krisis di Indonesia tahun 1997 lalu. Ia mengaku memang mengambil peran dalam krisis tersebut, hanya saja ia mengalami kerugian besar dalam permainan valuta di negri ini. Bermain...?
“Saya mengeksploitasi kelemahan pasar dan kesalahan pemerintah dan saya menjadi kaya?”
ya bermain... bermain untuk menjadi kaya. Sekarang, dia dengan enteng minta maaf kepada orang-orang yang terkena dampak krisis. Memang dia kira berapa banyak orang yang menganggur setelah goncangan ekonomi tersebut? Berapa banyak anak putus sekolah? Kekacauan dan tekanan secara psikologis yang timbul akibat permainannya itu? Dan dengan ringannya dia bilang cuma mengeksploitasi pasar demi untuk menjadi kaya. Gila. Ngga bermoral. Moral..? Seperti para fundamentalis pasar, dia meyakini pasar bekerja sempurna, tidak ada moral yang bermain di sini.
“Jadi saya tidak bisa disalahkan. Saya hanya mengelola uang di dalam fund management untuk mencari keuntungan.”
Membaca tulisan itu membuat gw ingat tulisan Romo Mangun dalam buku “Di Bawah Bayang-bayang Adikuasa”. Ia mengutip ahli ekonomi Michael Maccoby yang melihat orang-orang Amerika dalam empat komponen watak. Salah satu komponen itu adalah The Gamesman. Cirinya ya seperti Soros itu. Seorang Gamesman adalah petaruh tulen. Ia selalu mencari siasat bagaimana ia dapat jaya. Ia sadar akan keunggulan dan kecerdikannya dan tidak putus asa bila kalah.
Dunia adalah untuk diolah dan dikuasai termasuk memanfaatkan kelemahan pasar untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Itu tidak jadi soal karena seorang The Gamesman tidak pernah kolot mengikat diri pada aturan tradisional termasuk standar moral. Jika kelihatan bermoral menguntungkan baginya maka seorang Gamesman tidak segan untuk mengeluarkan uangnnya untuk itu. Coba kita lihat Soros, ia mengatakan bahwa kegiatannya mengumpulkan uang termasuk dengan bermain-main di atas penderitaan orang lain itu adalah untuk mengumpulkan dana bagi kegiatan filantropinya (Kompas). Maka dari itu pas betul dengan apa yang diungkapkan Romo Mangun tentang The Gamesman,
“The Gamesman dengan segala gembira hatinya menjadi sponsor atau ketua kehormatan kualitas hidup lingkungan tetapi tanpa ragu-ragu ia akan mendirikan pabrik kimia berbahaya yang sanggup membunuh kabupaten sekali jadi bila itu menguntungkan dirinya. The Gamesman dengan tenang akan membuka kasino judi serta sarang pelacuran dan merasa diri orang saleh karena dapat membantu kas gereja atau rumah piatu dari keuntungan pelacuran itu.”
Konon menurut Michael Maccoby, The Gamesman adalah jenis watak yang paling banyak ditemui pada orang-orang Amerika. Negri yang mengagungkan kebebasan. Mengutip Romo Mangun kebebasan ini adalah sumsum saraf orang Amerika. Sumsun yang terbaca dalam istilah Free Enterprise; persaingan bebas dan membuat keuntungan sebesar-besarnya yang dirumuskan dalams satu istilah The American Creed (Kepercayaan Amerika). “Amerika adalah negri kemajuan berkat kapitalisme dan usaha bebas. Amerika adalah negri revolusi (pembaharuan) terus menerus.”
Barangkali kebebasanlah yang menelurkan watak manusia jenis ini. Kemudian saling mempengaruhi melintas generasi. American Creed kemudian menjelma menjadi tradisi dan keyakinan bahwa Amerika adalah negri terpilih oleh Tuhan untuk memperbaharui seluruh bumi, Israel baru. Kita ingat lagak Amerika dari zaman Perang Vietnam hingga Irak. Marshall Plannya di bidang ekonomi. Dan terakhir masih di harian yang sama, Amerika merasa perlu menyusun strategi amankan Israel ketika Sharon menderita stroke parah belum lama ini (“AS Susun Strategi Amankan Israel”). Menlu AS, Condoleeza Rice dipastikan batal berkunjung ke Indonesia dan Australia pekan ini karena merasa perlu untuk turut hadir dalam pembahasan langkah-langkah yang akan diambil AS di Timur Tengah bersama Timnya.
Ya inilah para Gamesman yang berwaham sebagai bangsa yang terpilih, Pendamai dunia.
“Saya mengeksploitasi kelemahan pasar dan kesalahan pemerintah dan saya menjadi kaya?”
ya bermain... bermain untuk menjadi kaya. Sekarang, dia dengan enteng minta maaf kepada orang-orang yang terkena dampak krisis. Memang dia kira berapa banyak orang yang menganggur setelah goncangan ekonomi tersebut? Berapa banyak anak putus sekolah? Kekacauan dan tekanan secara psikologis yang timbul akibat permainannya itu? Dan dengan ringannya dia bilang cuma mengeksploitasi pasar demi untuk menjadi kaya. Gila. Ngga bermoral. Moral..? Seperti para fundamentalis pasar, dia meyakini pasar bekerja sempurna, tidak ada moral yang bermain di sini.
“Jadi saya tidak bisa disalahkan. Saya hanya mengelola uang di dalam fund management untuk mencari keuntungan.”
Membaca tulisan itu membuat gw ingat tulisan Romo Mangun dalam buku “Di Bawah Bayang-bayang Adikuasa”. Ia mengutip ahli ekonomi Michael Maccoby yang melihat orang-orang Amerika dalam empat komponen watak. Salah satu komponen itu adalah The Gamesman. Cirinya ya seperti Soros itu. Seorang Gamesman adalah petaruh tulen. Ia selalu mencari siasat bagaimana ia dapat jaya. Ia sadar akan keunggulan dan kecerdikannya dan tidak putus asa bila kalah.
Dunia adalah untuk diolah dan dikuasai termasuk memanfaatkan kelemahan pasar untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Itu tidak jadi soal karena seorang The Gamesman tidak pernah kolot mengikat diri pada aturan tradisional termasuk standar moral. Jika kelihatan bermoral menguntungkan baginya maka seorang Gamesman tidak segan untuk mengeluarkan uangnnya untuk itu. Coba kita lihat Soros, ia mengatakan bahwa kegiatannya mengumpulkan uang termasuk dengan bermain-main di atas penderitaan orang lain itu adalah untuk mengumpulkan dana bagi kegiatan filantropinya (Kompas). Maka dari itu pas betul dengan apa yang diungkapkan Romo Mangun tentang The Gamesman,
“The Gamesman dengan segala gembira hatinya menjadi sponsor atau ketua kehormatan kualitas hidup lingkungan tetapi tanpa ragu-ragu ia akan mendirikan pabrik kimia berbahaya yang sanggup membunuh kabupaten sekali jadi bila itu menguntungkan dirinya. The Gamesman dengan tenang akan membuka kasino judi serta sarang pelacuran dan merasa diri orang saleh karena dapat membantu kas gereja atau rumah piatu dari keuntungan pelacuran itu.”
Konon menurut Michael Maccoby, The Gamesman adalah jenis watak yang paling banyak ditemui pada orang-orang Amerika. Negri yang mengagungkan kebebasan. Mengutip Romo Mangun kebebasan ini adalah sumsum saraf orang Amerika. Sumsun yang terbaca dalam istilah Free Enterprise; persaingan bebas dan membuat keuntungan sebesar-besarnya yang dirumuskan dalams satu istilah The American Creed (Kepercayaan Amerika). “Amerika adalah negri kemajuan berkat kapitalisme dan usaha bebas. Amerika adalah negri revolusi (pembaharuan) terus menerus.”
Barangkali kebebasanlah yang menelurkan watak manusia jenis ini. Kemudian saling mempengaruhi melintas generasi. American Creed kemudian menjelma menjadi tradisi dan keyakinan bahwa Amerika adalah negri terpilih oleh Tuhan untuk memperbaharui seluruh bumi, Israel baru. Kita ingat lagak Amerika dari zaman Perang Vietnam hingga Irak. Marshall Plannya di bidang ekonomi. Dan terakhir masih di harian yang sama, Amerika merasa perlu menyusun strategi amankan Israel ketika Sharon menderita stroke parah belum lama ini (“AS Susun Strategi Amankan Israel”). Menlu AS, Condoleeza Rice dipastikan batal berkunjung ke Indonesia dan Australia pekan ini karena merasa perlu untuk turut hadir dalam pembahasan langkah-langkah yang akan diambil AS di Timur Tengah bersama Timnya.
Ya inilah para Gamesman yang berwaham sebagai bangsa yang terpilih, Pendamai dunia.
12/02/2005
Lagu Kenangan
Seringkali aku berpikir betapa menakjubkannya sebuah lagu bisa menjerat diriku kembali ke masa lalu. Ke masa di mana ada kegembiran, air mata, luka...
Syair dan iramanya berebut tempat di hatiku. Menebar bunga suka atau membuka luka yang masih basah. Sementara pikiranku memutar ulang kejadian-kejadian milik masa lalu itu. Berulang. Terus menerus. Potongan kenangan, hati yang gundah atau bungah membuat dadaku sesak tak bisa bernafas. Ada yang terisi atau malah kosong melompong.
Lagu2 Kahitna selalu membuatku ingat masa remaja dulu. Masa-masa SMP. Gelak tawa dan emosi yang ngga stabil. Aku juga ingat tanah lapang yang basah di belakang rumah. Atau langit biru berangin-saat yang baik untuk bermain layang-layang. Atau sore hari yang cerah untuk bermain bulu tangkis atau naik sepeda.
Lagu2 Padi selalu membuatku ingat masa jadi mahasiswa baru. Stres. Ingat saat menghabiskan waktu di lab. komputer. Berusaha keras menuangkan isi pikiran yang mengalir deras namun tidak sebanding dengan kecepatanku mengetik. Saat berusaha keras mencari bahan di internet. Seperti anak kecil yang tersasar di jagad raya. Entah mesti memulai dari mana.
Sekarang aku sedang dengar lagu dari masa lalu. Aku jadi rindu kamu. Hari ini aku sadar cinta tak pernah habis di makan waktu. Tidak pula oleh pikiranku sendiri.
27.11.05
Syair dan iramanya berebut tempat di hatiku. Menebar bunga suka atau membuka luka yang masih basah. Sementara pikiranku memutar ulang kejadian-kejadian milik masa lalu itu. Berulang. Terus menerus. Potongan kenangan, hati yang gundah atau bungah membuat dadaku sesak tak bisa bernafas. Ada yang terisi atau malah kosong melompong.
Lagu2 Kahitna selalu membuatku ingat masa remaja dulu. Masa-masa SMP. Gelak tawa dan emosi yang ngga stabil. Aku juga ingat tanah lapang yang basah di belakang rumah. Atau langit biru berangin-saat yang baik untuk bermain layang-layang. Atau sore hari yang cerah untuk bermain bulu tangkis atau naik sepeda.
Lagu2 Padi selalu membuatku ingat masa jadi mahasiswa baru. Stres. Ingat saat menghabiskan waktu di lab. komputer. Berusaha keras menuangkan isi pikiran yang mengalir deras namun tidak sebanding dengan kecepatanku mengetik. Saat berusaha keras mencari bahan di internet. Seperti anak kecil yang tersasar di jagad raya. Entah mesti memulai dari mana.
Sekarang aku sedang dengar lagu dari masa lalu. Aku jadi rindu kamu. Hari ini aku sadar cinta tak pernah habis di makan waktu. Tidak pula oleh pikiranku sendiri.
27.11.05
Hujan tercurah jatuh di atap. Malam ini, malam kedua aku di Lhoksumawe.
Rumah yang aku tinggali cukup bagus dan besar. 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah dan ruang makan serta dapur. Cuma kami bertiga di rumah ini. Aku. Mba Yuni dan Ka Mundzir. Mungkin terasa lebih sepi kalau tidak ada pemilik rumah yang tinggal di lantai dua.
Aku kira ada kamar mandi dekat dengan tangga menuju lantai atas. Pagi ini aku terbangun dengar guyuran airnya. Waktu itu pukul 5.20 masih sangat gelap dan dingin di Aceh jam segitu. Siapa pula yang pagi-pagi sudah mandi. Keluarga pemilik barangkali.
Malam ini aku makan di luar. Duduk di kursi bermeja yang diletakkan di pinggir jalan. Seperti kafe-kafe di paris. Beratap langit malam yang mendung berawan. Jalan lebar dan lengang. Cuma satu dua mobil lewat sesekali. Ada juga becak motor atau sepeda. Ah eksotis betul.
Andai ada... -Mimpi...
Semalam aku mimpi. Mimpi macam-macam. Entah apa aja yang aku mimpiin. Sepertinya semua hutang yang belum terbayar menghantuiku. Malam ini sebenarnya aku lelah betul. Tapi aku enggan tidur cepat. Entah apa yang menambatku.
Besok sudah mulai kerja. Ya Allah berilah kekuatan dan semangat untuk memberikan yang terbaik yang aku bisa.
Rumah yang aku tinggali cukup bagus dan besar. 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah dan ruang makan serta dapur. Cuma kami bertiga di rumah ini. Aku. Mba Yuni dan Ka Mundzir. Mungkin terasa lebih sepi kalau tidak ada pemilik rumah yang tinggal di lantai dua.
Aku kira ada kamar mandi dekat dengan tangga menuju lantai atas. Pagi ini aku terbangun dengar guyuran airnya. Waktu itu pukul 5.20 masih sangat gelap dan dingin di Aceh jam segitu. Siapa pula yang pagi-pagi sudah mandi. Keluarga pemilik barangkali.
Malam ini aku makan di luar. Duduk di kursi bermeja yang diletakkan di pinggir jalan. Seperti kafe-kafe di paris. Beratap langit malam yang mendung berawan. Jalan lebar dan lengang. Cuma satu dua mobil lewat sesekali. Ada juga becak motor atau sepeda. Ah eksotis betul.
Andai ada... -Mimpi...
Semalam aku mimpi. Mimpi macam-macam. Entah apa aja yang aku mimpiin. Sepertinya semua hutang yang belum terbayar menghantuiku. Malam ini sebenarnya aku lelah betul. Tapi aku enggan tidur cepat. Entah apa yang menambatku.
Besok sudah mulai kerja. Ya Allah berilah kekuatan dan semangat untuk memberikan yang terbaik yang aku bisa.
11/24/2005
Pada Siapa Aku Mencinta
Dalam hari yang bimbang aku pun tidak tau harus menjawab apa
air mengalir. Aku bertanya, kenapa penyair ciptakan lagu sedih, kisah pilu. Adakah mereka bagi indahnya hari-hari mereka? Manusia selalu suka kegetiran. Seperti aku mencintaimu.
Siapa kamu. Bahkan aku tak tau bagaimana kau berucap salam.
Sore ini gerah. padahal aku sudah mandi. Lagi-lagi mati lampu di sini. Cahaya lilin redup. selalu ada kasih yang suka keremangan. Seperti mereka menyukai Romoe dan Juliet. Atau ketidakwarasan Majnun. Mempesona, Mengelora. Tiadakah kisah romantis tanpa pahit yang getir. Seperti aku memilihmu, memilih mencintaimu.
air mengalir. Aku bertanya, kenapa penyair ciptakan lagu sedih, kisah pilu. Adakah mereka bagi indahnya hari-hari mereka? Manusia selalu suka kegetiran. Seperti aku mencintaimu.
Siapa kamu. Bahkan aku tak tau bagaimana kau berucap salam.
Sore ini gerah. padahal aku sudah mandi. Lagi-lagi mati lampu di sini. Cahaya lilin redup. selalu ada kasih yang suka keremangan. Seperti mereka menyukai Romoe dan Juliet. Atau ketidakwarasan Majnun. Mempesona, Mengelora. Tiadakah kisah romantis tanpa pahit yang getir. Seperti aku memilihmu, memilih mencintaimu.
Nagan, satu sore saat mati lampu.
(repro)
-Epilog-
Kepada Batara Kala,
Lunas. Kubagi apa yang kau ingin ketahui. Dialah yang Kucintai dan sudah kuceritakan itu. Kau sang waktu yang akhirnya mengetahui segala. Hari sudah semakin senja. Aku letih.
Kata Sayang Tercekat di Tenggorokan
Gw punya teman. Dia anak daerah. Logatnya medok banget. Dulu kalau mau pulang sekolah, dia teriak-teriak dari jauh ngajakin pulang bareng. Kalau ketawa keras banget. Pakaiannya asal dan ngga tau 'malu' .
Kalau ngeliat mobil atau motor 'Kantor Pos Indonesia' wajahnya langsung ceria dan berteriak-teriak girang cenderung berisik dan bikin malu. perilaku itu berakar dari pengalamannya waktu masih di kampung halaman, cowok yang dia suka bapaknya pegawai kantor pos. ya ampun... causa yang jauh dari akibat. Karena itu juga dia suka warna oranye.
Konyolnya dia yang bikin gw sayang banget. Tapi dulu gw selalu dingin. Ngga pernah terlontar dari mulut gw kata sayang. kata peduli padanya.
gw melihat dia seperti adik kecil yang lugu dan naif. Sementara Depok walaupun bukan ibukota yang kejam tapi tidak sebaik yang dia bayangkan. Dan gw ingin melindungi dia. menyadarkan dia apa yang dia hadapi.
Satu ketika gw ngga suka pada keputusannya. Merasa marah karena dia masih juga bersikeras memilih apa yang ingin dia pilih. Setelah sekian lama gw sadar, dialah yang memiliki keseluruhan dirinya. Gw yakin Tuhan selalu bersama dia menyusuri pilihan hidupnya. kenapa gw mesti khawatir. sampai saat ini gw masih sayang. selalu sayang. Wish you all the best sist...
Kalau ngeliat mobil atau motor 'Kantor Pos Indonesia' wajahnya langsung ceria dan berteriak-teriak girang cenderung berisik dan bikin malu. perilaku itu berakar dari pengalamannya waktu masih di kampung halaman, cowok yang dia suka bapaknya pegawai kantor pos. ya ampun... causa yang jauh dari akibat. Karena itu juga dia suka warna oranye.
Konyolnya dia yang bikin gw sayang banget. Tapi dulu gw selalu dingin. Ngga pernah terlontar dari mulut gw kata sayang. kata peduli padanya.
gw melihat dia seperti adik kecil yang lugu dan naif. Sementara Depok walaupun bukan ibukota yang kejam tapi tidak sebaik yang dia bayangkan. Dan gw ingin melindungi dia. menyadarkan dia apa yang dia hadapi.
Satu ketika gw ngga suka pada keputusannya. Merasa marah karena dia masih juga bersikeras memilih apa yang ingin dia pilih. Setelah sekian lama gw sadar, dialah yang memiliki keseluruhan dirinya. Gw yakin Tuhan selalu bersama dia menyusuri pilihan hidupnya. kenapa gw mesti khawatir. sampai saat ini gw masih sayang. selalu sayang. Wish you all the best sist...
Madep Ngalor Sugih Madep Ngidul Sugih?
Kemarin temen gw kirim sms. cuma satu kalimat. dia bilang sayang sama gw. dan gw tersanjung. bahagianya orang yang disayangi. Kalau gw renungi, gw bersyukur banget punya teman-teman yang sayang gw. mereka menerima gw apa adanya, tulus, perhatian... mereka yang selalu ada saat gw butuh, teman gw berpikir, ngobrol hal-hal ngga penting, tempat gw bertanya, menuang gundah dan pusingnya memikirkan hidup. teman-teman gw yang menghibur gw. dengan celaannya, gurauan ringan. Orang yang menyapa gw dengan kehangatan matahari. dan mereka yang menemani gw meniti benang takdir.
Dalam hidup yang serba tidak pasti ini, adanya orang yang ada di samping kita membuat hidup jadi lebih berisi. Setidaknya kalau teman kita bercerita masalahnya, kita jadi sadar kita ngga sendiri. ngga sendirian menikmati sejuknya pagi, dinginnya malam. ngga sendirian juga menikmati semesta yang indah ini.
kalau lihat langit yang biru. gw bersyukur banget bisa menikmatinya. Kicau burung, air beriak, hujan, gemintang... semuanya diciptakan buat kita nikmati. dan gw bersyukur banget diberi kesempatan menikmati itu semua nun jauh di Nanggroe Aceh...
sekhusuk gw mensyukuri punya dua orangtua yang merelakan kepergian gw walaupun berat hati. papa mama yang memberi kesempatan gw memilih jalan yang gw pilih. adik gw... semua keberatan dan dukungannya. bersyukur bersama mereka dalam rumah yang hangat dan riuh.
bisa makan dan minum berkecukupan. pendidikan yang baik dan dititipkan kecerdasan.
walaupun kadang teman gw nyebelin juga, alam tidak selalu ramah, papa yang galak dan mama yang ceriwis, adik gw yang jail. kadang ngga punya uang, susahnya dapat nilai A atau dapat kerja. Tapi gw bersyukur teman gw masih ada, masih ada pula tempat berlindung. orangtua gw yang masih bisa diajak bicara, kejailan adik gw yang bikin gw sayang. gw juga masih diberi kesempatan belajar di kehidupan yang sesungguhnya dan punya kerjaan walaupun ngga bikin gw tajir. Itu udah bikin gw sangat bersyukur.
Apalagi coba yang gw butuhin..?!
mmm... ternyata masih ada... :di pertemukan dengan jodoh gw..;p (Ya Allah MahaPemurah.. tunjukkan siapa orangnya..plisss...?!) hahahaha... yah namanya juga manusia ngga pernah selalu puas. Dewasa muda lagi. Krisis yang normal lah... Halah!
yah tapi gw bersyukur atas apa yang gw punya. Terima Kasih ya Allah... ;)
Dalam hidup yang serba tidak pasti ini, adanya orang yang ada di samping kita membuat hidup jadi lebih berisi. Setidaknya kalau teman kita bercerita masalahnya, kita jadi sadar kita ngga sendiri. ngga sendirian menikmati sejuknya pagi, dinginnya malam. ngga sendirian juga menikmati semesta yang indah ini.
kalau lihat langit yang biru. gw bersyukur banget bisa menikmatinya. Kicau burung, air beriak, hujan, gemintang... semuanya diciptakan buat kita nikmati. dan gw bersyukur banget diberi kesempatan menikmati itu semua nun jauh di Nanggroe Aceh...
sekhusuk gw mensyukuri punya dua orangtua yang merelakan kepergian gw walaupun berat hati. papa mama yang memberi kesempatan gw memilih jalan yang gw pilih. adik gw... semua keberatan dan dukungannya. bersyukur bersama mereka dalam rumah yang hangat dan riuh.
bisa makan dan minum berkecukupan. pendidikan yang baik dan dititipkan kecerdasan.
walaupun kadang teman gw nyebelin juga, alam tidak selalu ramah, papa yang galak dan mama yang ceriwis, adik gw yang jail. kadang ngga punya uang, susahnya dapat nilai A atau dapat kerja. Tapi gw bersyukur teman gw masih ada, masih ada pula tempat berlindung. orangtua gw yang masih bisa diajak bicara, kejailan adik gw yang bikin gw sayang. gw juga masih diberi kesempatan belajar di kehidupan yang sesungguhnya dan punya kerjaan walaupun ngga bikin gw tajir. Itu udah bikin gw sangat bersyukur.
Apalagi coba yang gw butuhin..?!
mmm... ternyata masih ada... :di pertemukan dengan jodoh gw..;p (Ya Allah MahaPemurah.. tunjukkan siapa orangnya..plisss...?!) hahahaha... yah namanya juga manusia ngga pernah selalu puas. Dewasa muda lagi. Krisis yang normal lah... Halah!
yah tapi gw bersyukur atas apa yang gw punya. Terima Kasih ya Allah... ;)
Sabtu ini gw bakal berangkat ke Aceh. Tepatnya di Lhoksumawe. Gw kerja untuk Pusat krisis psikologi UI untuk program psikososial berbasis komunitas. program ini direncanakan sampai bulan oktober 2006. tapi kami bakalan balik 3 bulan sekali.
gw bakalan kangen sama banyak orang nih. keberangkatan gw yang pertama kayanya ngga seberat sekarang. mungkin karena ngga lama cuma sebulan. selain itu yang membuat berat adalah mungkin juga gw akan sulit ketemu sama teman2 kuliah karena udah ngga pada di kampus lagi. haa...
satu lagi, sekarang gw KERJA. hahaha.. loh emang yang kemarin apa ya? hehehe... mudah-mudahan gw bisa bekerja dengan baik. belajar dari kesalahan. dan kembali dalam keadaan selamat dan cerah ceria. amin...
doain ya... gw bakalan kangen nih...
gw bakalan kangen sama banyak orang nih. keberangkatan gw yang pertama kayanya ngga seberat sekarang. mungkin karena ngga lama cuma sebulan. selain itu yang membuat berat adalah mungkin juga gw akan sulit ketemu sama teman2 kuliah karena udah ngga pada di kampus lagi. haa...
satu lagi, sekarang gw KERJA. hahaha.. loh emang yang kemarin apa ya? hehehe... mudah-mudahan gw bisa bekerja dengan baik. belajar dari kesalahan. dan kembali dalam keadaan selamat dan cerah ceria. amin...
doain ya... gw bakalan kangen nih...
Subscribe to:
Posts (Atom)